radang sendi nyeri sendi

Di Balik Radang Sendi: Curhat Sendi dalam Balutan Humor

Posted on

Fitsea.co.id – Halo, nama saya Sendi. Sendi pergelangan tangan, untuk lebih tepatnya. Hari ini, aku ingin berbagi kisahku, kisah di balik ‘radang’ yang kalian kenal. Tapi hei, cerita ini dijamin tidak melankolis. Kalian akan menemukan beberapa celotehan kocakku dan humor absurd yang kuusahakan di tengah ‘pestaku’. Jadi, mari kita mulai!

Jeritanku dimulai pada suatu hari ketika tuanku, seorang pria berusia 55 tahun dengan karir seorang penulis, mulai merasakan sensasi panas dan luka di jalur kerjaku. “Oh tidak!” pikirku, “Ini pasti radang sendi!”

Ya Tuhan, radang sendi ! Biasanya penyakit ini mengincar kami, para sendi, ketika kita mulai berumur. Ini disebabkan oleh berbagai alasan, tapi dalam kasusku, usia dan penulisan yang intens menjadi penyebab utamanya1. Tulang rawan di antara kami, para sendi, mulai mengalami keausan, memungkinkan tulang bertemu tulang. Bayangkan bertabrakan dengan tulang lain, rasanya tidak enak!

“Apakah ini berarti aku harus pensiun?” pikirku,
“Benar sekali, kecuali jika tuan kita memutuskan untuk menjaga saya dengan baik.”

Dan saat itulah solusi berharga muncul: senam sendi! Seorang fisioterapis datang dan memperkenalkan beberapa gerakan lembut yang tuanku harus ikuti setiap hari untuk menjaga kami dari radang sendi yang mengganggu, dalam kondisi yang optimal.

Gerakan pertama adalah berputar-putar dengan jari-jarinya, seolah-olah menulis surat cinta kepada kekasihnya. Mungkin tampak konyol, tapi trust me – rasanya luar biasa! Selanjutnya, beliau meletakkan tangan kanan di meja dan perlahan-lahan memutar pergelangan tangan secara bergantian, jam dan setelah itu lawan arah jarum jam. Gerakan lain adalah dengan mengangkat dan menurunkan ibu jari masing-masing tangan.

“Wah, indahnya! Sedikit demi sedikit aku merasa seperti sendi muda lagi,” pikirku.

Tidak hanya gerakan tersebut, tuanku juga mulai memerhatikan pola makannya. Dia memilih sayuran segar, buah-buahan, dan ikan daripada daging merah dan makanan yang digoreng. Aku bisa merasakan perubahan tersebut.

“Wow, aku bahagia sekali. Kenyataannya aku bisa merasakan peningkatan dalam hidupku,” kataku dalam hati.

Kesimpulan

Bercerita sebagai sendi yang meradang mungkin agak unik. Tetapi, ini sekilas menggambarkan apa yang bisa terjadi jika kita tidak merawat tubuh kita dengan baik. Mengubah gaya hidup dan melakukan serangkaian senam dapat menjadi solusi terbaik untuk mengurangi gejala4. Lalu, bukankah lebih baik kita merawat sendi kita sekarang sebelum mereka mulai ‘berontak’?

Begitulah kisahku. Kini, aku bisa ‘menari’ lagi bersama tulang-tulang lainnya, tanpa harus merasakan sakit yang memilukan. Semoga kisahku bisa memberikan gambaran tentang arti penting merawat sendi kita. Selalu ingat, kita bertanggung jawab untuk menjaga tubuh kita, termasuk para sendi yang kerap terlupakan namun memiliki peran besar dalam kehidupan kita.

 

Referensi

Mayo Clinic. (2019). 

Arthritis Foundation.